PERTEMUAN IDI/KDPI DAN AIPKI PERIHAL UK

PERTEMUAN IDI/KDPI DAN AIPKI PERIHAL UK

Jakarta, 16 Mei 2014, berlangsung pertemuan informal antara Dr.Zaenal Abidin-Ketum PB IDI, Prof.Dr.Hasbullah Thabrany-Ketua KDPI, dan Prof.Dr.Tri Hanggono-Ketua AIPKI. Pertemuan juga dihadiri oleh Dr.Abraham Andi Padlan Patarai,M.Kes-Wakil Ketua KDPI dan Dr.Mahesa Paranadipa,MH-Wakil Sekjen PB IDI. Pertemuan ini atas inisiatif Ketua KDPI untuk menyikapi polemik yang ada terkait pelaksanaan uji kompetensi dokter.

Dalam pertemuan tersebut semua pihak menyampaikan argumentasi terkait pelaksanaan uji kompetensi pada bulan Februari 2014 yang lalu. Namun di akhir pertemuan disepakati beberapa hal sebagai berikut :

1. Kebijakan bersama terkait uji kompetensi bulan Februari dan selanjutnya segera diterbitkan setelah keluarnya Permendikbud. Semua pihak diminta untuk mendesak Kementerian agar segera menerbitkan Permendikbud.

2. Untuk solusi UK Februari 2014, kolegium hari ini dijadwalkan untuk merumuskan treatmen bagi peserta UK Februari. Keputusan mengenai hal tersebut akan diedarkan bersamaan dengan surat edaran Aipki mengenai kebijakan ini. Prinsip kebijakan adalah tidak merugikan peserta, terutama bagi yang telah dinyatakan lulus.

3. Dijadwalkan tanggal 30 April 2014 untuk pertemuan dengan seluruh dekan FK, dimana dihadiri oleh IDI/KDPI, Aipki, dan KKI guna mengimplementasikan Permendikbud tentang UK. Oleh karenanya jadwal UK Mei ditunda hingga waktu yang tidak terlalu lama. Aipki segera mengeluarkan pengumuman mengenai penundaan UK Mei 2014. Sementara Aipki belum mengeluarkan surat pemberitahuan, kami terlebih dahulu telah menerima tembusan surat dari AFKSI yg telah mengirimkan surat edaran ke anggotanya mengenai penundaan UK periode Mei 2014.

Demikian sementara yang dapat disampaikan, berharap semua kesepakatan dapat segera dijalani agar pelaksanaan uji kompetensi dokter dapat berlangsung sebagaimana yang diamanahkan peraturan perundang-undangan.

 

Sumber: http://www.idionline.org/2014/04/pertemuan-idikdpi-dan-aipki-perihal-uk/

 

Komentar

Anda harus terdaftar untuk komentar daftar
Tidak ada komentar dalam artikel ini.

Berita Terbaru

Hilangkan Bekas Luka dengan Bahan Alami Ini

  Bekas luka pada kulit tubuh memang menyebalkan. Selain mengganggu keindahan kulit bekas luka juga menganggu penampilan terutama bagi wanita, yang ingin memilih pakaian. Memakai krim penghilang bekas luka harganya mahal? Kamu dapat menggunakan bahan-bahan alami dan sederhana yang dapat membantu menghilangkan bekas luka. Inilah beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk menghilangkan bekas luka seperti dilansir dari Boldsky :    

Tips Mengikuti UKDI

Untuk menentukan kompetensi seorang calon dokter, diperlukan tes kompetensi dokter yang biasa disebut Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). UKDI ini sengatlah penting bagi para lulusan kedokteran agar dapat mengurus pengajuan surat ijin praktek dokter atau “medical license”.

Surat Keputusan IDI mengenai UKDI Februari dan Mei 2014 sumber:  http://www.idionline.org/

MAXIMA MEDICAL GROUP

Informasi resmi dari KDPI untuk kejelasan pelaksanaan UKDI batch Mei 2014 dan UKDI batch Februari 2014 sumber:  http://www.idionline.org/

    http://www.idionline.org/2014/04/informasi-resmi-dari-kolegium-dokter-primer-indonesia-kdpi/

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

Pencapaian indikator MDG untuk TB di Indonesia cukup memuaskan dan diperkirakan semua indikator TB akan dicapai sebelum waktu yang ditentukan pada tahun 2015. Selain dari pada itu, keberhasilan pengendalian TB di Indonesia juga ditunjukkan dengan apresiasi dari beberapa tokoh penting di dunia, di antaranya adalah Sekjen PBB Ban Ki Moon melalui surat langsung kepada Presiden Republik Indonesia yang menyampaikan penghargaan atas upaya pengendalian TB di Indonesia pada tahun 2012.

Artikel Terkait

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

  Bekas luka pada kulit tubuh memang menyebalkan. Selain mengganggu keindahan kulit bekas luka juga menganggu penampilan terutama bagi wanita, yang ingin memilih pakaian. Memakai krim penghilang bekas luka harganya mahal? Kamu dapat menggunakan bahan-bahan alami dan sederhana yang dapat membantu menghilangkan bekas luka. Inilah beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk menghilangkan bekas luka seperti dilansir dari Boldsky :    

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

MAXIMA MEDICAL GROUP

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

Pencapaian indikator MDG untuk TB di Indonesia cukup memuaskan dan diperkirakan semua indikator TB akan dicapai sebelum waktu yang ditentukan pada tahun 2015. Selain dari pada itu, keberhasilan pengendalian TB di Indonesia juga ditunjukkan dengan apresiasi dari beberapa tokoh penting di dunia, di antaranya adalah Sekjen PBB Ban Ki Moon melalui surat langsung kepada Presiden Republik Indonesia yang menyampaikan penghargaan atas upaya pengendalian TB di Indonesia pada tahun 2012.

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

Sejarah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tahun 1926 Perkumpulan Vereniging van Indische Artsen berubah namanya menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VGI). Menurut Prof. Bahder Djohan (Sekretaris VIG selama           11 tahun -1928-1938), perubahan nama ini berdasarkan landasan politik yang menjelma dari timbulnya rasa nasionalisme (dimana dokter pribumi dianggap sebagai dokter kelas dua), sehingga membuat kata “indische” menjadi Indonesische” dalam VIG. Dengan demikian, profesi dokter telah menimbulkan rasa kesatuan atau paling tidak meletakkan sendi-sendi persatuan. Bahder Djohan mengatakan pula, “tujuan VIG ialah menyuarakan pendapat dokter, dimana pada masa itu persoalan yang pokok ialah mempersamakan kedudukan antara dokter pribumi dengan dokter Belanda dari segi kualitasnya”.

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia adalah Jurnal Nasional Indonesia yang diterbitkan 3 kali dalam setahun oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). Jurnal ini telah mendapatkan ISSN dengan nomer 2252-5084. Untuk tiap edisi, dicetak sekitar 800 buah jurnal yang didiseminasikan ke seluruh institusi pendidikan kedokteran Indonesia anggota AIPKI.