Pengertian OSCE

Pengertian OSCE

OSCEadalah Alat untuk menilai komponen kompetensi klinik seperti history taking, pemeriksaan fisik, procedural skill, ketrampilan komunikasi, interpretasi hasil lab, managemen dan lain-lain yang diuji menggunakan checklist yang telah disetujui dan mahasiswa akan mengikuti beberapa station. OSCE pertama kali diperkenalkan oleh Harden dari Universitas Dundee(1975) yaitu berupa rangkaian 2 – 20 “station” yang masing-masing menggunakan waktu 5-15 menit.
Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan bagian dari sistem asessment. Tujuan OSCE yaitu menilai kompetensi dan ketrampilan klinis mahasiswa secara objektif dan terstruktur. Tahun 2013, Dikti akan melaksanakan OSCE Nasional sebagai salah satu syarat menjadi dokter setelah dinyatakan lulus/kompeten dari ujian OSCE ini.
Untuk lulus dari FK, mahasiswa harus mengikuti serangakaian tes. Meliputi Computer Based Test (CBT) dan OSCE itu sendiri. CBT merupakan suatu tes yang menguji pengetahuan mahasiwa dalam bidang kedokteran. Sedangkan OSCE adalah tes  yang menguji skill dan profesionalisme mahasiswa dalam berperan sebagai dokter.
Dalam tes OSCE, semua kandidat mendapat soal yang sama sehingga tes ini objektif. Adapun area kompetensi yang diujikan adalah anamnesis, pemeriksaan fisik, interpretasi data untuk menunjang diagnosis, tata laksana, komunikasi dan edukasi, serta prilaku profesional. Tes OSCE yang terdiri dari 12 station ini mempunyai beberapa macam variasi yaitu pasient based, clinical task, dan written task. Di setiap station tes, para kandidat diberi waktu sekitar 15 menit dengan pertanda bel dan waktu istirahat di pertengahan station.  “Station” OSCE dapat berupa berbagai metode ujian termasuk antara lain “soal pilihan ganda” atau “Essay Test” , namun yang sering digunakan adalah “encounter clinic” dimana mahasiswa berinteraksi dengan “standardized patient” .
STRUKTUR OSCE
OSCE berupa rangkaian beberapa “STATION” pendek dimana ketrampilan peserta terhadap “pasien standard” (simulasi atau nyata) dinilai dalam waktu 5 – 15 menit oleh satu atau dua penilai . Masing-masing “station” memiliki penilai tersendiri (tidak seperti penilaian tradisional dimana peserta ujian diuji seluruh ketrampilan dan pengetahuannya oleh satu atau dua penguji) 
Peserta ujian menjalani tahap penilaian secara rotasional dengan melewati keseluruhan station yang tersedia (umumnya sekitar 12 – 15 station). Dengan cara ini maka semua peserta akan melewati semua station yang sama. Ini merupakan perbaikan dari metode penilaian tradisionaloleh karena station dapat dibuat secara baku oleh kelompok profesi medis dan prosedur tindakan yang rumit dapat terlaksana tanpa membahayakan kesehatan pasien
Seperti yang tersirat dari namanya, disain OSCE adalah :
  • OBJEKTIF – semua peserta ujian dihadapkan pada station yang sama (walaupun bila yang digunakan sebagai materi adalah ‘pasien nyata” maka gejalanya akan bervariasi) dengan skema pengujian yang sama. Dalam OSCE , untuk tiap langkah kegiatan , penilaian peserta diberikan dengan cara penilaian yang sama sesuai dengan tingkat kebenaran dari prosedur atau langkah yang dilakukannya. Dengan demikian maka penilaian akan lebih bersifat objektif. Penilaian didasarkan hanya pada langkah yang dilakukan dengan benar atau yang dilakukan dengan kurang benar atau tidak dilakukan sama sekali.
  • TERSTRUKTUR – Station memiliki perintah yang jelas dan spesifik. Bila pasien yang digunakan adalah pasien “simulatif” , maka harus tersedia skenario yang jelas sehingga informasi yang diperoleh oleh semua peserta mengenai pasien sama , termasuk dalam hal ini , tampilan emosi “pasien” yang harus diperlihatkannya dalam konsultasi. Instruksi dibuat secara tertulis dengan baik sehingga peserta dapat menyelesaikan tugasnya dengan lengkap. OSCE harus terstruktur dengan baik dan meliputi semua elemen kurikulum termasuk rentang ketrampilannya. 
  • PENILAIAN KLINIK – OSCE di desain untuk aplikasi pengetahuan teori dan klinik. Pada saat pengetahuan teori diperlukan misalnya, menjawab pertanyaan dari penguji pada akhir station dengan pertanyaan yang baku dan jawaban yang diisikan dalam lembar penilaian hanya jawaban atas pertanyaan yang diberikan, jawaban diluar pertanyaan tidak dicatat dalam lembar penilaian.
 Sumber : Google

 

Komentar

Anda harus terdaftar untuk komentar daftar
Tidak ada komentar dalam artikel ini.

Berita Terbaru

Hilangkan Bekas Luka dengan Bahan Alami Ini

  Bekas luka pada kulit tubuh memang menyebalkan. Selain mengganggu keindahan kulit bekas luka juga menganggu penampilan terutama bagi wanita, yang ingin memilih pakaian. Memakai krim penghilang bekas luka harganya mahal? Kamu dapat menggunakan bahan-bahan alami dan sederhana yang dapat membantu menghilangkan bekas luka. Inilah beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk menghilangkan bekas luka seperti dilansir dari Boldsky :    

Tips Mengikuti UKDI

Untuk menentukan kompetensi seorang calon dokter, diperlukan tes kompetensi dokter yang biasa disebut Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). UKDI ini sengatlah penting bagi para lulusan kedokteran agar dapat mengurus pengajuan surat ijin praktek dokter atau “medical license”.

Surat Keputusan IDI mengenai UKDI Februari dan Mei 2014 sumber:  http://www.idionline.org/

MAXIMA MEDICAL GROUP

Informasi resmi dari KDPI untuk kejelasan pelaksanaan UKDI batch Mei 2014 dan UKDI batch Februari 2014 sumber:  http://www.idionline.org/

    http://www.idionline.org/2014/04/informasi-resmi-dari-kolegium-dokter-primer-indonesia-kdpi/

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

Pencapaian indikator MDG untuk TB di Indonesia cukup memuaskan dan diperkirakan semua indikator TB akan dicapai sebelum waktu yang ditentukan pada tahun 2015. Selain dari pada itu, keberhasilan pengendalian TB di Indonesia juga ditunjukkan dengan apresiasi dari beberapa tokoh penting di dunia, di antaranya adalah Sekjen PBB Ban Ki Moon melalui surat langsung kepada Presiden Republik Indonesia yang menyampaikan penghargaan atas upaya pengendalian TB di Indonesia pada tahun 2012.

Artikel Terkait

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

Mobilus Interactive is a fast growing IT Service Company based in Bandung, Indonesia. Our core business are web application development, mobile application and semantic web research center. We are experienced in domestic and aboard. Joota, NEF (New Enterpreneur Fondation), PERHEBAT, ITB Career Center, SNSM (Sikh Naujawan Sabha Malaysia), and KL Pavilion Design Studio are some of our clients.We are specialized on developing high quality software with a very competitive price. Your satisfaction is our priority.

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

Maxima Alat Kesehatan menjual alat-alat Rontgen dan filmnya dengan harga terjangkau

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

Untuk menentukan kompetensi seorang calon dokter, diperlukan tes kompetensi dokter yang biasa disebut Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). UKDI ini sengatlah penting bagi para lulusan kedokteran agar dapat mengurus pengajuan surat ijin praktek dokter atau “medical license”.

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

    http://www.idionline.org/2014/04/informasi-resmi-dari-kolegium-dokter-primer-indonesia-kdpi/

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

Ketua Umum PB IDI, Dr. Zaenal Abidin, MH pada tanggal 17 April 2014 melantik , Dr Hj Andi Khasma Padjalangi. M.Kes sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Bone untuk periode 2013 sampai 2016 dan beserta pengurus lainnya di Gedung PKK, Jalan Andi Mappanyuki, Kelurahan Macanang, Kec Tanete Riattang Barat Kab Bone Sulawesi Selatan.     sumber: http://www.idionline.org/2014/04/pelantikan-idi-cabang-bone/