Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia

Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia

Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia

The Indonesian Journal of Medical Education

 

Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia adalah Jurnal Nasional Indonesia yang diterbitkan 3 kali dalam setahun oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). Jurnal ini telah mendapatkan ISSN dengan nomer 2252-5084. Untuk tiap edisi, dicetak sekitar 800 buah jurnal yang didiseminasikan ke seluruh institusi pendidikan kedokteran Indonesia anggota AIPKI.

Jurnal ini bertujuan untuk mendiseminasikan perkembangan terkini dan “best practices” bidang ilmu pendidikan untuk dokter, dokter spesialis dan profesi kesehatan yang lain, serta pendidikan profesi berkelanjutan. Artikel yang diterbitkan telah melalui proses kaji ulang oleh mitra bebestari yang memiliki kualifikasi dan pengalaman di bidang ini.

 

Ketua Dewan Redaksi (Chief Editor)

dr. Ova Emilia, MMedEd., Sp.OG(K), Ph.D.

 

Dewan Redaksi (Editorial Board)

dr. Gandes Retno Rahayu, MMedEd, Ph.D.

dr. Efrayim Suryadi, SU, PA(K), MHPE.

dr. Yoyo Suhoyo, MMedEd.

dr. Sugito Wonodirekso, MS.

dr. Fundhy Sinar Ikrar Prihatanto, MMedEd.

dr. Abdul Latif, Sp.A(K)

Dr. dr. Mardi Santoso, DTM & H, Sp. PD - KEMD, FINASIM, FACE

dr. Budu, Sp.M, Ph.D

Sekretaris Redaksi (Associate Editor)

dr. Siti Rokhmah Projosasmito, M.Ed(L,P,C)

Administrasi Jurnal

Fransisca Irmawati, SE, MM

Bendahara Jurnal

Anastasia Ani, AMd

Umum dan Sirkulasi

Sumartono

 

Naskah jurnal yang masuk didasarkan pada hasil penelitian empirik (antara lain dengan menggunakan strategi penelitian ilmiah termasuk survei, studi kasus, percobaan/ eksperimen, analisis arsip, dan pendekatan sejarah), atau hasil kajian teoretis yang ditujukan untuk memajukan teori yang ada atau mengadaptasi teori pada suatu keadaan setempat, dan/ atau hasil penelaahan teori dengan tujuan mengulas dan mensintesis teori-teori yang ada.

Naskah berkaitan dengan perkembangan terkini dan “best practices” bidang ilmu pendidikan untuk dokter, dokter spesialis dan profesi kesehatan yang lain, serta pendidikan profesi berkelanjutan. Tema yang dapat ditulis antara lain:

  • Inovasi pembelajaran
  • Pengembangan kurikulum dan modul
  • Proses belajar mengajar
  • Manajemen pendidikan tinggi
  • Skills laboratory/ laboratorium keterampilan medik
  • Pendidikan klinik termasuk rumah sakit pendidikan
  • Media ajar
  • Evaluasi belajar mengajar
  • Evaluasi program pendidikan
  • Etika dan profesionalisme
  • Dan seterusnya

Kontributor naskah Jurnal selama ini berasal dari dosen, mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan di seluruh Indonesia, meliputi: (sesuai dengan urutan abjad)

  1. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada
  2. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
  3. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
  4. Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya
  5. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
  6. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
  7. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  8. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
  9. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia
  10. Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
  11. Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Yogyakarta
  12. Fakultas Kedokteran Universitas Riau
  13. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
  14. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  15. Institut Seni Indonesia Yogyakarta
  16. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Harapan kami jurnal ini adalah milik kita semua, untuk memajukan kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia.

 

Alamat Redaksi

Bagian Pendidikan Kedokteran

Gd. Radiopoetro Lt. 6, Sayap Barat

Jl. Farmako Sekip Utara, Yogyakarta 55281

Telp: 62-0274-562139, Fax: 62-0274-561196

Email: jpki_aipki@yahoo.co.id

 

sumber : http://jurnal.aipki.net/index.php/component/content/article/10-halaman/30-tentang-kami

 

Komentar

Anda harus terdaftar untuk komentar daftar
Tidak ada komentar dalam artikel ini.

Berita Terbaru

Hilangkan Bekas Luka dengan Bahan Alami Ini

  Bekas luka pada kulit tubuh memang menyebalkan. Selain mengganggu keindahan kulit bekas luka juga menganggu penampilan terutama bagi wanita, yang ingin memilih pakaian. Memakai krim penghilang bekas luka harganya mahal? Kamu dapat menggunakan bahan-bahan alami dan sederhana yang dapat membantu menghilangkan bekas luka. Inilah beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk menghilangkan bekas luka seperti dilansir dari Boldsky :    

Tips Mengikuti UKDI

Untuk menentukan kompetensi seorang calon dokter, diperlukan tes kompetensi dokter yang biasa disebut Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). UKDI ini sengatlah penting bagi para lulusan kedokteran agar dapat mengurus pengajuan surat ijin praktek dokter atau “medical license”.

Surat Keputusan IDI mengenai UKDI Februari dan Mei 2014 sumber:  http://www.idionline.org/

MAXIMA MEDICAL GROUP

Informasi resmi dari KDPI untuk kejelasan pelaksanaan UKDI batch Mei 2014 dan UKDI batch Februari 2014 sumber:  http://www.idionline.org/

    http://www.idionline.org/2014/04/informasi-resmi-dari-kolegium-dokter-primer-indonesia-kdpi/

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

Pencapaian indikator MDG untuk TB di Indonesia cukup memuaskan dan diperkirakan semua indikator TB akan dicapai sebelum waktu yang ditentukan pada tahun 2015. Selain dari pada itu, keberhasilan pengendalian TB di Indonesia juga ditunjukkan dengan apresiasi dari beberapa tokoh penting di dunia, di antaranya adalah Sekjen PBB Ban Ki Moon melalui surat langsung kepada Presiden Republik Indonesia yang menyampaikan penghargaan atas upaya pengendalian TB di Indonesia pada tahun 2012.

Artikel Terkait

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

  Bekas luka pada kulit tubuh memang menyebalkan. Selain mengganggu keindahan kulit bekas luka juga menganggu penampilan terutama bagi wanita, yang ingin memilih pakaian. Memakai krim penghilang bekas luka harganya mahal? Kamu dapat menggunakan bahan-bahan alami dan sederhana yang dapat membantu menghilangkan bekas luka. Inilah beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk menghilangkan bekas luka seperti dilansir dari Boldsky :    

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

MAXIMA MEDICAL GROUP

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

Pencapaian indikator MDG untuk TB di Indonesia cukup memuaskan dan diperkirakan semua indikator TB akan dicapai sebelum waktu yang ditentukan pada tahun 2015. Selain dari pada itu, keberhasilan pengendalian TB di Indonesia juga ditunjukkan dengan apresiasi dari beberapa tokoh penting di dunia, di antaranya adalah Sekjen PBB Ban Ki Moon melalui surat langsung kepada Presiden Republik Indonesia yang menyampaikan penghargaan atas upaya pengendalian TB di Indonesia pada tahun 2012.

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

Sejarah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tahun 1926 Perkumpulan Vereniging van Indische Artsen berubah namanya menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VGI). Menurut Prof. Bahder Djohan (Sekretaris VIG selama           11 tahun -1928-1938), perubahan nama ini berdasarkan landasan politik yang menjelma dari timbulnya rasa nasionalisme (dimana dokter pribumi dianggap sebagai dokter kelas dua), sehingga membuat kata “indische” menjadi Indonesische” dalam VIG. Dengan demikian, profesi dokter telah menimbulkan rasa kesatuan atau paling tidak meletakkan sendi-sendi persatuan. Bahder Djohan mengatakan pula, “tujuan VIG ialah menyuarakan pendapat dokter, dimana pada masa itu persoalan yang pokok ialah mempersamakan kedudukan antara dokter pribumi dengan dokter Belanda dari segi kualitasnya”.

Peringatan Hari TB Sedunia: Peran IDI dalam Penanggulangan TB di Indonesia

Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia adalah Jurnal Nasional Indonesia yang diterbitkan 3 kali dalam setahun oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). Jurnal ini telah mendapatkan ISSN dengan nomer 2252-5084. Untuk tiap edisi, dicetak sekitar 800 buah jurnal yang didiseminasikan ke seluruh institusi pendidikan kedokteran Indonesia anggota AIPKI.